Rabu, 22 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Nusantara 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
JALUR NARKOBA
BNN Amati Seluruh
Penerbangan dari Malaysia
SARANA TRANSPORTASI
7 Gerbong KA Tawang Jaya
Terlepas di Tengah Perjalanan
PERINGATAN SEKDA NTT
PNS Jangan Jajan PSK
KILAS METROPOLITAN & NUSANTARA
Indramayu Gelorakan Cinta Bangsa
PEKANBARU
Kapolresta Tolak Bebaskan Anggota Geng Motor
Deposito Zona Euro Negatif,
IHSG Bisa Lebihi 5.200
Oleh: Indra Prasetya
PERGURUAN TINGGI
UNS Kirim Dua Mobil
ke Kompetisi SEM Asia 2013
YOGYAKARTA
Sukarelawan Tanggap Bencana
Harus Selalu Siap
PILKADA JATIM
Pasangan Karsa Optimistis Raih Kemenangan
KABUPATEN CIREBON
Pejabat Jangan Kesandung Masalah Hukum
KOTA SORONG
Maksimalkan Dana Otsus
Untuk Pembangunan
BINA PKL
Jokowi Akan Buat
Pasar Malam di Jakarta
arsip  
 
 
KABUPATEN CIANJUR
Tender Pasar Induk
Diduga Bermasalah


Rabu, 11 Juli 2012
CIANJUR (Suara Karya): Tender (lelang) pembangunan Pasar Induk Cianjur, Jawa Barat, dengan pagu Rp 19.424.000.000 ternyata bermasalah. Diduga, ada aliran dana dari perusahaan tertentu untuk memenangkan lelang tersebut kepada oknum-oknum pejabat di tubuh Pemkab Cianjur.

Beberapa pimpinan perusahaan yang ikut mendaftarkan menjadi peserta lelang terpaksa pada tahap pemasukan penawaran tidak melakukan penawaran karena merasa pesimistis. Mereka menduga sudah ada calon pemenangnya yang diduga pula telah menyetorkan uang pelicin Rp 1 miliar yang diserahkan dua tahap kepada oknum pejabat tertentu.

Sekretaris Panitia Lelang Pasar Induk Cianjur pada Dinas Tarkim (Tata Ruang dan Permukiman) Kabupaten Cianjur, Agus Nurdin M, ketika dikonfirmasi Suara Karya, Selasa (3/7), membantah isu itu. "Kami selaku panitia lelang melaksanakan lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Ketika menjawab pertanyaan tentang waktu pelaksanaan pengerjaan pembangunan Pasar Induk yang berlokasi di Jebrod/Pasir Hayam, karena ada kekhawatiran tidak akan selesai tepat waktu, Agus optimistis bahwa hal itu akan selesai tepat waktu, yaitu pada 10 Desember 2012.

"Kami optimistis, meskipun pemenang lelang hingga saat ini masih belum diumumkan, dan masih dilakukan evaluasi oleh panitia, diharapkan bulan Agustus ini pengerjaan proyek tersebut sudah dapat dilaksanakan," kata Agus.

Dijelaskan, perusahaan yang mendaftar ikut lelang pembangunan Pasar Induk sebanyak 20 perusahaan. Namun, pada tahap pemasukan penawaran, hanya 4 perusahaan yang memasukkan penawaran, yaitu perusahaan dari Jakarta, Bandung, dan Tasikmalaya.

"Sedikitnya perusahaan yang memasukan penawaran, mungkin mereka terbentur dengan persyaratan-persyaratan, sehingga tidak memasukan penawaran," tuturnya.

Lelang pembangunan Pasar Induk Jebrod/Pasir Hayam yang dilaksanakan tahun 2012 ini merupakan tahap kedua. Tahap pertama sudah dilaksanakan pembangunannya. Jika pasar itu selesai dibangun, para pedagang Pasar Induk yang berlokasi di Jalan Suroso, nanti akan direlokasi ke Pasar Induk yang baru. (Man Suparman)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i