Kamis, 20 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Nusantara 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
PEMBAKARAN LAHAN
Kabut Asap Kian Tebal Selimuti Riau
SBMPTN
808 Peserta Ujian Gugur
KABUPATEN INDRAMAYU
KPUD Proses 484 Caleg
KOTA YOGYAKARTA
Gelar Workshop Hemat Energi
PENERIMAAN MAHASISWA
Ratusan Peserta SBMPTN Tak Hadir
PELANGGARAN HUKUM
Polisi Tangkap para Penimbun BBM
PESERTA SBMPTN
Pakai Kartu Peserta Palsu,
Syerly Korban Penipuan
BALI
Wali Murid Laporkan
Guru Gelapkan Tabungan
KINERJA APARATUR
Gubernur Jabar Raih
Penghargaan dari Mendagri
PAPUA BARAT
Lampu Suar Tanjung Bokoi
Sudah Aktif Kembali
KESEHATAN
Semarang Rintis
Puskesmas Ramah Lansia
YOGYAKARTA
Keluarga Sakinah Benteng
Hadapi Godaan Duniawi
arsip  
 
 
PANGAN
Para Uskup Evaluasi Kedaulatan Pangan


Selasa, 17 Juli 2012
KUPANG (Suara Karya): Para Uskup se-Regio Gerejawi Nusa Tenggara yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai hari ini, Senin (16/7) hingga Jumat (20/7) akan mengevaluasi pelaksanaan kedaulatan pangan umat di wilayah keuskupan masing-masing.

Ketua Seksi Humas Panitia Pertemuan Pastoral IX Regio Nusa Tenggara Romo Louis Monteiro ditemui di Kupang, Senin (16/7), menyatakan, pertemuan ini dilakukan untuk mengevaluasi program kegiatan yang telah ditargetkan pada pertemuan pastoral VIII yang sebelumnya dilaksanakan di Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT, Juli 2009 lalu.

Dikatakannya, evaluasi tentang kedaulatan pangan dimaksudkan untuk melihat sejumlah dampak dari pelaksanaan hasil pertemuan pastoral sebelumnya, sehingga bisa menjadi bahan untuk ditindaklanjuti.

Menurut Louis, kedaulatan pangan menjadi perhatian gereja Katolik, karena pangan sering menjadi persoalan bagi umat yang juga adalah masyarakat. Gereja selalu memotivasi dan mendorong umatnya agar berusaha memperkuat pangan keluarga sehingga tidak akan terpengaruh oleh hal-hal yang menyesatkan iman umat.

Pertemuan pastoral ini lanjut Pastor Louis, juga membahas soal kesadaran bersama tentang pentingnya pembaharauan katekese dalam pelayanan pastoral gereja di berbagai bidang kehidupan, agar pelayanan gereja lebih terarah kepada tugas penyelamatan manusia (cura hominum), dan tidak semata-mata hanya kepada penyelamatan jiwa (cura animarum).

Dia menyebutkan, delapan keuskupan yang terlibat dalam pertemuan tersebut adalah Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Maumere, dan Keuskupan Larantuka. (Bonne Pukan)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i