PANGAN Para Uskup Evaluasi Kedaulatan Pangan
Selasa, 17 Juli 2012
KUPANG (Suara Karya): Para Uskup se-Regio Gerejawi Nusa Tenggara yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai hari ini, Senin (16/7) hingga Jumat (20/7) akan mengevaluasi pelaksanaan kedaulatan pangan umat di wilayah keuskupan masing-masing.
Ketua Seksi Humas Panitia Pertemuan Pastoral IX Regio Nusa Tenggara Romo Louis Monteiro ditemui di Kupang, Senin (16/7), menyatakan, pertemuan ini dilakukan untuk mengevaluasi program kegiatan yang telah ditargetkan pada pertemuan pastoral VIII yang sebelumnya dilaksanakan di Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT, Juli 2009 lalu.
Dikatakannya, evaluasi tentang kedaulatan pangan dimaksudkan untuk melihat sejumlah dampak dari pelaksanaan hasil pertemuan pastoral sebelumnya, sehingga bisa menjadi bahan untuk ditindaklanjuti.
Menurut Louis, kedaulatan pangan menjadi perhatian gereja Katolik, karena pangan sering menjadi persoalan bagi umat yang juga adalah masyarakat. Gereja selalu memotivasi dan mendorong umatnya agar berusaha memperkuat pangan keluarga sehingga tidak akan terpengaruh oleh hal-hal yang menyesatkan iman umat.
Pertemuan pastoral ini lanjut Pastor Louis, juga membahas soal kesadaran bersama tentang pentingnya pembaharauan katekese dalam pelayanan pastoral gereja di berbagai bidang kehidupan, agar pelayanan gereja lebih terarah kepada tugas penyelamatan manusia (cura hominum), dan tidak semata-mata hanya kepada penyelamatan jiwa (cura animarum).
Dia menyebutkan, delapan keuskupan yang terlibat dalam pertemuan tersebut adalah Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Maumere, dan Keuskupan Larantuka. (Bonne Pukan)
|
|