Boiyen Cintaku Lowbat
Sabtu, 21 Juli 2012
Namanya mungkin unik, namun keunikan ini yang membuat gadis cantik ini menjadi berbeda dan menarik perhatian. Namanya Boiyen. Jalur musik yang dipilihnya juga unik. Begitu juga lagunya, masuk kategori unik. Ini sekaligus membuatnya bernilai lebih.
Gadis kelahiran Jakarta, 8 Januari 1989, ini baru merilis single keduanya, "Cintaku Lowbat". Dengan judul yang unik dan lagu-lagu pop dangdut berirama riang, diharapkan bisa menjadi album yang disukai masyarakat. "Cintaku Lowbat" berkisah seputar gaya orang sekarang yang gampang jatuh cinta, tapi gampang juga memudar cintanya seperti baterai HP yang cepat lowbat.
Juni lalu Boiyen merilis album perdananya, Seperti Pelangi. Di album itu Boiyen sudah menunjukkan keunikannya. Kalau umumnya sebuah album berisikan satu genre musik, Boiyen beda. Di album itu ia merangkum berbagai jenis musik mulai dari pop, R&B hingga pop-dangdut, bahkan religi. "Lagu-lagunya campur aduk dan warna-warni seperti pelangi," kata Boiyen.
Saat peluncuran albumnya, gadis bertubuh sintal ini melepas single pertama sebuah lagu berirama pop ceria dengan judul "Takut Kehilangan". Sementara untuk lagu kedua, Boiyen menjagokan lagu berirama pop-dance-dangdut bertajuk "Cintaku Lowbat".
"Saya sengaja mengemas album saya dengan konsep yang unik. Mungkin belum ada yang seperti ini. Pada dasarnya saya siap menghibur siapa saja dengan jenis musik apa pun. Makanya, semua genre musik saya kemas dalam satu album agar bisa meladeni apa yang diminta audiensi. Saya ini penyanyi serba semua bisa. Ibarat kata, seperti pelangi dengan segala warna yang bisa menyenangkan semua orang," ujar gadis penyuka Alicia Keys, Melly Goeslaw, dan Elvy Sukaesih ini.
Karakter dan pribadi Boiyen yang ceria membuat penampilan panggungnya menjadi energik. "Di panggung saya harus energik dan bergoyang, agar terlihat menarik dan memacu adrenalin penonton," tutur Boiyen. Namun, Boiyen menampik ketika ditanya soal pakaian yang mesti minim agar tampak seksi. "Tampil maksimal dan membuat penonton puas tak mesti mengenakan pakaian seksi. Menjadi seksi tidak harus dengan buka-bukaan. Aku suka dengan pakaian yang unik," ujar gadis yang berdomisili di Tanjung Priok, Jakarta Utara, ini. (Ami Herman)
|
|