Selasa, 21 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Hiburan 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
SENGGANG
Audi Marissa
Menolak Tawaran ke Paris
Happy Salma
Ikut Festival Cannes
Musik
Didukung Polisi, Slank
Sukses Konser 5 Kota
Christina Aguilera
Mungkin Kembali ke "The Voice"
Katon Bagaskara
Terpeleset di Panggung Konser
Sammy Simorangkir
Pesona Tak Memudar
SENGGANG
Tika Bravani
Bangga Jadi "Ibu Negara"
Emma Watson
Bintang Cannes
Televisi
ANTV Terus Gali Masukan
Ratu Rissa
Menggebrak Dangdut
Epy Kusnendar
Sembuh Dari Tumor Otak
Addie MS
Ramaikan Konser Orkestra UGM
arsip  
INFO SELEBRITIS
Luna Maya
Beralih ke Lain Hati
arsip  
Indra Herlambang
Sedikit Sekali
Artis Kita Go International
MUSIK
Kotak Jual Prestasi, Bukan Gosip
Lagu "Bengawan Solo"
Klaim Belanda Akhirnya Terbantahkan
Aryo Wahab
Pusatkan Perhatian ke Musik
Bukan Empat Mata
Dapat Teguran Keras
Tere dan Inggrid
Tanam Pohon di Gunung Walat
arsip  
Silet
di RCTI pukul 11.00
TV Pendidikan
di TVRI pukul 14.00
Status Selebritis
SCTV pukul 14.30
Salam dari Desa
di TVRI pukul 11.00
Rangking I
diTrans TV pukul 0.30
Si Doel Anak Sekolahan III
di RCTI pukul 07.30
arsip  
Musik
NOAH Berkejaran dengan Waktu
Mencetak Rekor MURI
MUSIK
Konser Matta di Rembang Ricuh
ALBUM
Aditya Pamer Kualitas di I'm Yours
Kla Project
Gelar Konser untuk Bencana
MUSIK
UGM Jazz 2009
Dimeriahkan Barry Likumahua
Gara-gara Rokok
Konser Anggun Diprotes
Komnas Perlindungan Anak
arsip  
Triesna Wacik
Toilet Bandara Juanda Terbersih
Samuel Indratma
Mengolah Rongsokan Jadi Karya Seni
Ursula Andress
INFO SELEBRITIS
Hillary Duff
Ditolak Masuk Apartemen
Info Selebritis
Syaharani
Tekuni Seni Peran
arsip  
ATRAKSI BUDAYA
JJC Meriahkan Ultah Yogyakarta
SENI RUPA
Pameran Nostalgia Poster Film
hingga Mesin Singer
Seni Rupa
Pameran Seni Cetak
di Edwins Gallery
Sejarah Perjuangan
Nina Akbar Tandjung
Dirikan Museum Samanhudi
PAMERAN
Ella Menjaring Angin di Museum Nasional
100 Tahun Kebangkitan Nasional
Yogyakarta Gelar
Pesta Budaya Nusantara
arsip  
SENGGANG
Donita
Takut Badan Gemuk
Justin Bieber
Tumbangkan Lady GaGa
Oppie Kumis
Merasa Muda Bersama Istri Ketiga
Sora Aoi
Ketagihan Main Film di Indonesia
Nia Dinata
Sibuk Menulis Arisan 2
Rumors
arsip  
 
 
Televisi
Sinetron Sembilan Wali
Diprotes Masyarakat Bali


Sabtu, 4 Agustus 2012
Sinetron Sembilan Wali menuai masalah. Tayangan religi yang setiap malam ditampilkan Indosiar sejak awal Ramadhan itu diprotes masyarakat karena dinilai menampilkan adegan-adegan yang membenturkan masyarakat antaragama sehingga membuat masyarakat menjadi ragu-ragu dengan agama yang dipeluknya.

Masyarakat juga sudah memprotes ke Komisi Penyiaran Indonesia, bahkan mendesak sinetron itu dihentikan penayangannya. Protes terbaru disampaikan masyarakat Bali langsung ke Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Bali. Masyarakat Pulau Dewata meminta sinetron Sembilan Wali dihentikan penayangannya.

"Teguran pertama sudah kami sampaikan ke Indosiar di Jakarta, tapi agaknya tidak digubris. Lalu kami ajukan nota protes lagi. Kami mengeluarkan teguran kedua sekaligus minta tayangan Sembilan Wali dihentikan," kata Komang Suarsana, Ketua KPID Bali, di Denpasar, seperti dikutip Antara, Rabu lalu.

KPID Bali menilai, sinetron itu termasuk kategori fiksi sejarah atau legenda yang di dalamnya mengandung pro-kontra dan konflik antara Hindu dan Islam. "Sebagai fiksi sejarah, seharusnya ada peran pakar sejarah dari kedua paham yang dipertentangkan yang menjadi konsultan atau advisor, agar terjadi keseimbangan dan otorisasi kebenaran informasi dalam setiap alur cerita yang disiarkan, yang ditampilkan dalam prolog cerita maupun ending title (akhir judulnya)," ujarnya.

Berdasarkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) pasal 6 dan pasal 7, sinetron Sembilan Wali dinilai melakukan sejumlah pelanggaran.

Pertama, menurut dia, sinetron Sembilan Wali bertendensi melanggar pemanfaatan program untuk kepentingan publik karena hanya menguntungkan kelompok tertentu. Sinetron itu juga tidak mencerminkan penghormatan terhadap SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).

"Yang jelas-jelas, sinetron Sembilan Wali terindikasi mengandung pelecehan, dalam hal ini terhadap umat Hindu," kata Suarsana yang mengaku menerima pengaduan dari sejumlah LSM, termasuk dari Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Provinsi Bali terkait dengan tayangan sinetron itu.

P3SPS menegaskan, program siaran materi agama dilarang mengandung serangan, penghinaan, pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan agama tertentu. Termasuk juga dilarang menyajikan perbandingan antaragama.

Suarsana memerinci, surat teguran pertama sudah dilayangkan kepada stasiun televisi itu dan KPI pusat, namun tidak mendapat tindak lanjut.

"Kami keluarkan teguran keras kedua tanggal 31 Juli 2012 dengan harapan mendapatkan respons dari pihak stasiun televisi maupun KPI pusat," katanya.

Menurut Suarsana, sinetron Sembilan Wali yang dibintangi aktor dan aktris terkenal, di antaranya Hengky Kurniawan dan Poppy Bunga, alur ceritanya seakan-akan memberikan gambaran sejarah yang nyata dan benar-benar terjadi tentang masuknya pengaruh Islam ke Nusantara, khususnya ke Kerajaan Majapahit.

Kisahnya dibumbui cerita-cerita horor, kedigjayaan yang seakan-akan memberi gambaran kehebatan para wali yang berlatarkan paham Islam untuk menundukkan masyarakat dan Kerajaan Majapahit sebagai penganut Hindu.

"Kami tidak ingin sinetron itu justru menimbulkan konflik di masyarakat yang sudah hidup rukun penuh toleransi saat ini. Oleh karena itu, kami tegas minta sinetron ini dihentikan," ujar Suarsana.

Sayang sekali, untuk menanggapi desakan masyarakat Bali itu, pihak Humas Indosiar belum bisa ditampung komentarnya. Telepon Kepala Humas Indosiar, Gufron Sakaril, yang dihubungi berkali-kali juga tidak memberikan tanggapan. Namun, beberapa artis Sembilan Wali berharap, jika ada yang masih bisa diperbaiki, maka diperbaiki saja sehingga tidak perlu menghentikan tayangan itu. "Saya sebagai pemain sama sekali tidak paham kalau sinetron itu mengandung unsur yang bisa disengketakan. Tapi, sinetron itu kan bisa diperbaiki," ujar Hengky. (Antara/Ami Herman)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i