LAHORE--Polisi Pakistan menghukum pasangan yang berbuat mesum dengan cara menyuruh pelaku berjalan dalam keadaan bugil. Akibat insiden ini polisi tersebut mendapat hukuman pemberhentian dari atasannya. Seperti dikutip dari situs BBC, kemarin, polisi di kota Sindh dari Gambat memaksa pria dan wanita itu berjalan ke kantor polisi dengan kondisi telanjang. Hal itu merupakan hukuman karena mencoba melakukan hubungan seks di luar nikah. Rekaman ponsel memperlihatkan pelaku bernama Mumtaz Mirbahar dalam keadaan telanjang dipukuli oleh polisi. Polisi setempat mengatakan tindakan itu diambil karena mendapat pengaduan dari warga bahwa Mumtaz kedapatan mengadakan pesta minuman keras dan tari selama bulan suci Ramadan. Ayah Mumtaz mengaku sangat menyesali kejadian ini. Dia menyayangkan polisi sebagai pelindung masyarakat malah memperlakukan anaknya dengan tidak pantas. Saat ini Mumtaz telah dibebaskan dengan jaminan, sedangkan pasangannya masih dalam penahanan.
Dituduh Membunuh, Dokter Ditangkap
SEOUL--Polisi di Seoul, Korea Selatan, menangkap seorang dokter kandungan atas tuduhan pembunuhan yang dilakukannya terhadap seorang pasien perempuan dan membuang jasadnya di tempat parkir. Tersangka diketahui bernama Kim (45) dituduh dengan sengaja membunuh Lee (20) yang tak lain pasiennya. Dalam menjalanan aksinya itu Kim menyuntikan Midazolam ke tubuh si pasien. "Dia mengatakan kepada korbannya kalau itu suntikan suplemen gizi," seperti dilansir Asia One, kemarin. Setelah menghabisi nyawa Lee yang juga kekasih tersangka, Kim kemudian membuang jasad perempuan malang itu di sebuah parkiran tidak jauh dari Sungai Han. "Istrinya diduga ikut membantu melarikan diri," kata petugas kepolisan.
Bhumipol Khawatirkan Kerusuhan
BANGKOK--Panglima militer Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha, kemarin, mengatakan bahwa Raja dan Ratu Thailand sangat prihatin dengan kerusuhan di provinsi paling selatan. Raja dan Ratu selalu khawatir tentang rakyat di ujung selatan dan mendukung mereka terus-menerus sejak mereka mulai mengunjungi wilayah perbatasan selatan tiga dasawarsa lalu, kata Jenderal Prayuth. Panglima militer menambahkan bahwa Ratu terus menyumbangkan dana untuk proyek-proyek pembangunan dan membantu keluarga di Pedalaman Selatan untuk mendapatkan penghasilan lebih dari memproduksi kerajinan tangan dengan kampanye atas prakarsa kerajaan. Pernyataan Jenderal Prayuth itu dikeluarkan setelah Jenderal Naphon Buntap, wakil kepala kamp bantuan umum, memberikan satu kuliah khusus kepada khalayak tentang kekerasan selatan yang diadakan oleh Komando Operasi Keamanan Internal, Sabtu.
20 Demonstran Diamankan
HANOI--Polisi Vietnam menahan setidak-tidaknya 20 pengunjuk rasa ketika membubarkan protes di Hanoi terhadap klaim wilayah Beijing di Laut China Selatan, yang disengketakan, kata saksi. Pengunjuk rasa dipaksa naik di bus yang disediakan dan dibawa ke pusat rehabilitasi, yang biasa digunakan untuk menahan pekerja seks dan pemakai narkoba, setelah terhambat berkumpul akibat kehadiran banyak polisi, kata seorang tahanan kepada AP. Setidak-tidaknya, 25 orang ditahan di sana dan di berbagai tempat," kata pria itu, yang tidak beredia namanya disebutkan, karena alasan keamanan, melalui telepon dari pusat tahahan Loc Ha. Seorang saksi mata lainnya memperkirakan 20 orang telah ditahan. Sebelum dibubarkan secara paksa, para aktivis meneriakkan slogan-slogan "Matilah agresi China!" dan mengacung-acungkan bendera-bendera Vietnam dan spanduk-spanduk.
Saola Tewaskan 41 Orang
MANILA--Topan Saola telah meninggalkan 41 orang tewas, 35 cedera dan empat lainnya hilang di Filipina, kata seorang pejabat senior pemerintah, akhir pekan lalu. Direktur Eksekutif Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Manajemen (NDRRMC), Benito Ramos, mengatakan bahwa gangguan cuaca juga menyebabkan kerusakan diperkirakan senilai 289.853.000 peso (6.930.000 dollar AS) di sektor infrastruktur dan pertanian. Sementara topan sudah meninggalkan wilayah Filipina, 49.975 keluarga atau 279.968 orang masih tinggal di pusat-pusat evakuasi yang berbeda, dan keadaan bencana dinyatakan di daerah yang berbeda selama puncak topan, katanya. Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan telah mempersiapkan 5.139.000 peso (122.800 dolar AS) dana siaga dan senilai 35 juta peso (836.320 dolar AS) pasokan bantuan bagi para keluarga yang mengungsi akibat Saola.
Sein Bertemu dengan 14 Parpol
YANGON--Presiden Myanmar U Thein Sein mengadakan pertemuan langka dengan para pemimpin dari 14 partai politik negara itu di Nay Pyi Taw, kata situs Departemen Informasi. U Thein Sein melakukan diskusi dengan mereka tentang politik, ekonomi dan perdamaian domestik maupun soal urusan pembangunan daerah. Selain itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Tin U Aye, Menteri Perindustrian U Soe Thein dan Menteri Transportasi Kereta Api U Aung Min, yang menemani presiden dalam pertemuan tersebut, memberi penjelasan kepada para pemimpin partai politik mengenai usaha pemerintah di sektor masing-masing. Media setempat mengatakan, pertemuan dengan presiden termasuk para pemimpin dari partai politik Shan, Liga Nasional untuk Demokrasi, Partai Persatuan Nasional, Partai Nasional Demokrasi Baru, Partai Masyarakat Demokrat Baru Myanmar, Partai Kongres Nasional, Liga Rakhine untuk Demokrasi, Partai Demokrasi Mon, Partai Progresif Chin dan Partai Rakyat Kayin. (AP/BBC/Ant/Kentos)