| |  | | | | Marty Natalegawa Penyelamat Diplomasi RI
Senin, 6 Agustus 2012
Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa kerap menjadi penyelamat diplomasi Indonesia dalam "pergaulan" antar-negara atau di kalangan dunia internasional. Beberapa kali Indonesia dikritik bahkan diserang karena tidak mengambil peran yang seharusnya dalam menyelesaikan persoalan dan konflik di sejumlah kawasan dunia.
Termasuk dalam penyelesaian krisis kemanusiaan yang tengah menimpa etnis Rohingya di Myanmar. Indonesia dianggap lambat merespons dan tidak memberikan sumbangsih nyata dalam membantu penyelesaian masalah Rohingya. Padahal, Indonesia merupakan negara yang rakyatnya pemeluk agama Islam terbesar di dunia serta negara yang cukup disegani di tingkat ASEAN.
Dalam situasi ini, Marty tampil menjelaskan posisi yang sebenarnya diambil Pemerintah Indonesia. Ia menjelaskan, pemerintah mendahulukan aksi dibandingkan dengan publikasi soal langkah yang ditempuh Pemerintah Indonesia menyangkut Rohingnya.
Marty yang lahir di Bandung pada 22 Maret 1963 mengungkapkan, ada tiga langkah yang telah dilakukan pemerintah terkait tragedi kemanusiaan Rohingya. Pada tingkat bilateral, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar terjadi stabilitas politik di Myanmar dan beriringan dengan itu persoalan kemanusiaan dapat dituntaskan. Dengan stabilitas politik yang baik, diharapkan aksi-aksi kekerasan juga dapat diakhiri.
"Memang ada sedikit dilema dalam masalah ini karena dunia international mencatat sejumlah pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Apalagi belakangan ini, Indonesia dituduh memiliki rapor merah dalam bidang HAM," katanya.
Pemerintah RI telah bekerja sama dengan UNHCR untuk menangani pengungsi-pengungsi Myanmar yang ada di Indonesia. Pemerintah bersama-sama UNHCR akan memperlakukan para pengungsi dengan baik. Saat ini diakui ada 394 orang pengungsi asal Myanmar di Indonesia. (Kentos)
|
| |
|
|