Selasa, 21 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Ekonomi 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
KECELAKAAN KERJA
Menakertrans Jenguk Korban Freeport
Analisis Ekonomi
Oleh Sabpri Piliang
Kabinet "Expert"
PENJUALAN NUTRISI
Layanan Cepat Permudah Distribusi
DANA BEASISWA
Kemenkeu Miliki Rp 15,6 Triliun
KENAIKAN SEMBAKO
Pemerintah Lamban Tetapkan Harga BBM
SERIKAT PEKERJA
Upah Pelaut Harus
Standar Internasional
EKSPOR
Pemerintah Dukung Industri Peduli Lingkungan
KEPELABUHANAN
SIB Nelayan lewat Pelabuhan Perikanan
PENYELENGGARAAN APEC
Indonesia Harus Mampu Meloloskan Aspirasinya
PERLAMBATAN INVESTASI
BKPM Segera
Rampungkan Revisi DNI
Kilas Ekonomi
Pelindo III Garap Kawasan Industri
AJANG PROMOSI
AITIS Mampu Tumbuhkan Perekonomian
arsip  
PENGELOLAAN JAMINAN SOSIAL
Dana Investasi Jamsostek
Tumbuh 15 Persen
AKSI KORPORASI
CSR, Jadi Perhatian Emiten
arsip  
 
 
SEMBAKO
Harga Terus Naik Jelang Lebaran


Senin, 6 Agustus 2012
JAKARTA (Suara Karya): Kenaikan harga bahan pangan kebutuhan pokok, termasuk sembilan bahan pokok (sembako), di pasar-pasar tradisional di sejumlah daerah masih terjadi meski cukup bervariasi. Diperkirakan harga bahan pokok itu akan mengalami puncak kenaikan pada pekan depan atau menjelang perayaan Lebaran.

Hal ini terungkap berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jebodetabek) serta di daerah lainnya. Di Pasar Kemiri Muka, Depok, harga ikan cenderung terus naik. Ikan tongkol yang semula dijual Rp 15.000 per kilogram (kg) naik menjadi di atas Rp 20.000 per kg dan ikan bawal yang semula Rp 38.000 per kg naik jadi Rp 42.000 per kg.

"Harga cenderung tinggi karena tingkat konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan ikan juga meningkat," kata Dedi (44), pedagang ikan di pasar tersebut yang ditemui Minggu (5/8). Namun, harga telur ayam mengalami penurunan. Pekan lalu harganya sempat menembus Rp 19.000 per kg, kemudian turun jadi Rp 14.000 per kg. Namun, pada pekan ketiga Ramadhan diperkirakan naik bisa mencapai Rp 20.000 per kg.

Di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, harga daging ayam masih tinggi yakni Rp 30.000 kg. Menurut pedagang ayam potong, Yuli (40), harga daging ayam maupun daging sapi akan tetap tinggi karena permintaan masyarakat meningkat. "Harga daging sulit diperkirakan bisa turun. Apalagi pada minggu ketiga Ramadhan sampai H-1 Lebaran, harganya bertahan, tapi stok banyak," ujarnya.

Harga sejumlah sayuran di pasar tradisional Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memasuki pekan kedua Ramadhan mengalami kenaikan bervariasi. Ini akibat meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan sembako.

Sulastri, pedagang sayur di Pasar Podosugih, Kota Pekalongan, mengatakan, harga sayuran cukup mahal dibanding pekan pertama Ramadhan. Kenaikan harga sayuran itu mampu mencapai sekitar 50 hingga 150 persen. "Misalnya, jenis tomat semula Rp 3.000 per kg kini naik menjadi Rp 4.500 per kg dan sayuran lainnya juga naik," ucapnya.

Menurut dia, meski terjadi kenaikan harga di pasaran, tetapi pasokan sayuran masih aman dan lancar karena sejumlah daerah pemasok sayuran memasuki masa panen.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat, Asep Japar, memprediksi puncak kenaikan harga kebutuhan pokok akan terjadi pada pekan ketiga Ramadhan atau pekan kedua Agustus. "Pada pekan ketiga Ramadhan kami prediksi permintaan akan kebutuhan pokok akan meningkat dua sampai tiga kali lipat dari pekan kedua Ramadhan. Tentunya ini akan mendorong harga sembako kembali naik," kata dia.

Diperkirakan kenaikan harga di kisaran 10 sampai 20 persen. Namun pihaknya menjamin walaupun permintaan cukup tinggi tetapi pasokan sembako akan tetap tersedia, karena sudah disiapkan. Selain itu, upaya lain agar kenaikan harga tidak terlalu signifikan, akan dilakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok.

Di lain pihak, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, harga kebutuhan pokok saat Lebaran dan Ramadhan relatif tidak stabil. Untuk itu, pemerintah berharap pelaku usaha tidak mengambil keuntungan terlalu banyak.

Dia mengakui, untuk saat ini pemerintah hanya bisa mengatur harga beras saja namun untuk kebutuhan pokok yang lain, pemerintah masih tergantung pada mekanisme pasar. "Saat ini pemerintah hanya bisa menyangga untuk beras. Tetapi, kita melihat mekanisme pasar yang berjalan," kata Suswono.

Selain itu, menurut dia, saat ini pemerintah tengah mengkaji untuk mengembalikan peran atau merevitalisasi Bulog. Tentunya agar tidak hanya mencakup beras, namun juga sebagai pengatur bahan pangan strategis , termasuk harga kedelai yang bergejolak.

"Masalah kedelai ini menjadi pelajaran ke depan. Dengan ini, pemerintah sudah meminta peran Bulog untuk dikembalikan ke pangan-pangan strategis agar pangan strategis ini dapat perlindungan," tuturnya.

Di tempat terpisah, Koordinator Program Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim dalam keterangan persnya mengatakan, berbagai komoditas yang termasuk ke dalam sektor kelautan dan perikanan penting untuk distabilkan harganya oleh Bulog. "Penting didorong agar pangan perikanan masuk (ke dalam tanggung jawab Bulog) agar seiring dengan target peningkatan konsumsi ikan nasional," kata dia.

Lebih jauh dia mengatakan, peningkatan konsumsi ikan nasional sendiri telah ditargetkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi hingga 34 kg per kapita.

Namun dia mengingatkan, kebijakan logistik pangan nasional tidak melihat jumlah produsen atau petani lebih besar dari nelayan, tetapi lebih ke bagaimana pemerintah melakukan pemenuhan pangan secara merata dan terhubung antara satu pulau dan pulau lainnya. (Andrian/A Choir)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i