INFRASTRUKTUR BURUK Terminal Terboyo dan Mangkang Tak Siap Sambut Lebaran
Kamis, 9 Agustus 2012
SEMARANG (Suara Karya): Dua terminal besar di Kota Semarang, Terboyo dan Mangkang, sampai Rabu (8/8), dinilai belum siap menghadapi arus mudik Lebaran.
Dalam inspeksi mendadak, Komisi C DPRD setempat mendapati landasan Terminal Terboyo bahkan terlihat banyak berlubang. Sedangkan bus-bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dari arah barat (Kendal) tetap tidak bersedia menaikturunkan penumpang di Terminal Mangkang. Akibatnya, suasana semrawut dan kemacetan terjadi di jalan raya.
"Fasilitas penunjang di kedua terminal masih sangat minim. Seperti kursi tunggu bagi calon penumpang, fasilitas toilet gratis yang representatif, dan fasilitas terkait pelayanan harus ditambah," ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, usai sidak kemarin.
Di Terminal Terboyo, perlu segera dipikirkan akses keluar masuk bus. Selama ini akses keluar masuk bus berada di satu titik dan rawan terjadi kecelakaan. Seharusnya akses masuk dan keluar dipisah. Dulu pernah dipisah, yang keluar diarahkan melingkar ke timur. Tapi karena sekarang jalannya rusak berat, maka tidak bisa digunakan lagi.
Pihaknya minta segera ada perbaikan sehingga bisa digunakan akses keluar bus dan memperlancar arus mudik maupun balik Lebaran. Di Terminal Mangkang, program optimalisasi tidak berjalan sesuai harapan. Selama pemantauan di terminal yang terletak di perbatasan Semarang-Kendal itu tidak dijumpai aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang dalam jumlah besar.
"Klaim pengelola terminal yang menyebut setiap hari ada 5.000 penumpang yang naik dan turun di dalam terminal, kami ragukan," tutur Agung.
Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Ednawan Haryono, mengaku sudah melakukan koordinasi dengan instansi lain untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran. Selain di Terminal Mangkang dan Terboyo, Dishubkominfo juga mendirikan posko gabungan di kawasan Tugu Muda dan Terminal Penggaron.
"Kami juga sudah siapkan armada cadangan. Organda sanggup mengerahkan 60 unit armada jika kondisinya mendesak," tuturnya.
Sementara itu, banyak jalur mudik Lebaran baik di jalur pantura maupun jalur tengah Kabupaten Brebes akan dibuka kembali meski proses perbaikannya belum rampung. Menurut Kepala Seksi Balai Pelaksana Teknis (BPT) Dinas Bina Marga Jateng Wilayah Tegal, Fatoni Aziz, beberapa ruas jalur mudik yang masih belum beres perbaikannya atau ruas yang telah selesai diperbaiki akan mulai dibuka.
Kebijakan itu dikeluarkan menyusul makin dekatnya masa arus mudik Lebaran 2012. Tercatat ada ruas mudik Suradadi di Kabupaten Tegal yang telah selesai perbaikannya pada Senin (6/8) lalu. Ruas itu sebelumnya sempat mengalami kemacetan lantaran proses pengecoran beton di bagian tengah jalan belum selesai. "Suradadi pada Minggu memang selesai perbaikan, tapi Senin baru kami resmikan untuk beroperasi," kata Fatoni.
Ruas lainnya adalah Jalan Yos Sudarso di Kota Tegal yang sedianya akan dioperasikan pada H-10. Pada ruas itu, hanya jalan bagian selatan yang telah selesai dibeton. Sedangkan di ruas utara, masih berbentuk jalan aspal lama. Praktis, terjadi beda tinggi sekitar 50 sentimeter antara ruas jalan di bagian selatan dan utara.
Dia menuturkan, ruas lainnya adalah jalur tengah Ciregol di Kecamatan Tonjong, Brebes. Ruas yang tanahnya menjadi langganan ambles itu sekarang sudah bisa dilalui. Dengan ketentuan, kendaraan yang melintas tonasenya harus di bawah 16 ton atau di bawah dua sumbu. "Ciregol aman asalkan tidak ada bencana alam," tuturnya.
Kemudian Jembatan Kabuyutan Tanjung di Brebes, yang saat ini dalam tahap pengaspalan di bagian oprit, juga patut diwaspadai para pemudik, khususnya pada bagian penghubung jembatan dan badan jalan. Untuk jembatan bagian timur, sudah selesai. Sedangkan bagian barat sedang dalam proses pengaspalan. "Mungkin Jumat (10/8) besok sudah selesai dan bisa dilalui," katanya.
Jembatan Pemali saat ini juga sudah selesai diperbaiki, setelah sambungan jembatan lepas dari pengait. Kendati demikian, jembatan itu tetap tidak diaspal permukaannya. Hal itu dilakukan agar mudah melihat titik kerusakan yang terjadi secara mendadak saat mudik Lebaran. Ruas lainnya yang juga bisa dioperasikan mulai H-10 adalah Ketanggungan-Pejagan dan Songgom-Ketanggungan. (Pudyo Saptono)
|
|