Duta Pembangunan Desa Haryono Suyono Mantan Menko Kesra dan Taskin
Sabtu, 11 Agustus 2012
Mulai Minggu (12/7) besok pagi, dan berturut-turut sampai Hari Raya Idul Fitri 1433 H, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bekerja sama dengan banyak sekali lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat, termasuk RRI dan berbagai media massa lainnya, akan mengantarkan duta-duta pembangunan keluarga ke desa-desa di seluruh Indonesia, khususnya ke desa-desa di kawasan Jawa bagian timur. Mereka adalah para pekerja migran dari Jakarta, daerah luar Jawa, dan daerah-daerah sekitar yang telah berhasil merantau dan ingin berbagi dengan keluarganya di desa.
DNIKS dan berbagai organisasi sosial kemasyarakatan telah mengimbau mereka, termasuk perusahaan yang mengirim karyawannya untuk mudik, agar mengusung tema "Mudik Merah Putih" untuk kegiatan pulang kampung mereka tahun ini. Dengan tema itu, aktivitas mudik mereka diharapkan dapat menyegarkan semangat kemerdekaan sekaligus membangun bangsa di pedesaan.
Untuk itulah, mereka diharapkan membawa oleh-oleh berupa bendera Merah Putih agar dalam suasana menyongsong Hari Kemerdekaan 2012, sekaligus Idul Fitri, penduduk yang dikunjungi di desa-desa mengibarkan sang Merah Putih dengan penuh kebanggaan. Bangga bahwa Negara Kesatuan RI tetap jaya dan akan membawa semua warganya ke masa depan yang lebih baik.
Para duta pembangunan juga diimbau membawa buku-buku pelajaran untuk anak bangsa yang sedang belajar di berbagai jenjang sekolah di desanya. Mereka juga akan membawa oleh-oleh bibit atau benih sayur-mayur untuk ditanam di setiap halaman rumah. Kegiatan itu dalam rangka membangun kebun bergizi yang hasilnya dapat dipetik setiap hari untuk memperbaiki gizi anak balita, anak-anak muda yang sedang sekolah, serta anggota lansia keluarga mereka.
Dalam pelaksanaannya, mereka diharapkan menghubungi pengurus posdaya di desanya. Kalau belum ada posdaya, diharapkan ikut aktif merangsang keluarga-keluarga di desa untuk membangun posdaya sebagai forum silaturahmi dan sekaligus mengembangkan semangat membangun secara gotong royong. Oleh-oleh yang dibawanya diharapkan menjadi pelengkap bagi kemampuan posdaya di desa untuk memberdayakan keluarga anggotanya. Khususnya, dalam membangun pendidikan, kesehatan, wirausaha, dan lingkungan yang mendukung pembangunan keluarga bahagia dan sejahtera.
Para duta pembangunan itu bukan seluruhnya ahli atau sarjana dalam berbagai bidang, melainkan semangatnya telah terbukti ampuh melawan kemalasan dan ketidakmampuan sehingga berhasil berjuang dalam situasi yang penuh persaingan dan keganasan hidup di kota besar. Mereka umumnya mempunyai daya kerja dan disiplin tinggi sehingga tahan banting serta mampu bertahan dalam suasana yang sangat dahsyat tantangannya. Hidup di Ibu Kota atau di kota-kota besar tidak gampang. Tetapi, dengan daya tahan dan daya saing tinggi, mereka toh mampu menghadapinya. Kemampuan luar biasa itu bisa diberikan sebagai "oleh-oleh" untuk keluarganya di desa.
Para duta pembangunan juga diminta untuk berbagi semangat juang kepada sanak saudaranya di pedesaan. Bahwa dengan semangat juang yang tinggi dan sentuhan keterampilan sedikit saja, sesungguhnya sumber yang melimpah di pedesaan dapat diolah dan disulap menjadi produk-produk dengan nilai jual yang tinggi.***
|
|