PESTA KESENIAAN RAKYAT MATARAMAN Sinergi Antara Pusat dan Daerah Pacu Kualitas Seni Tradisional
Sabtu, 15 September 2012
"PACITAN surganya Pulau Jawa. Bentangan pantai berpasir putih, ribuan goa dengan stalaktit-stalakmit menakjubkan, studio alam terbuka yang mengagumkan ....The most exciting world."
Kalimat bernada promosi potensi wisata di Kabupaten Pacitan itu tertulis dalam tas warna biru yang dibagikan panitia penyelenggara kepada undangan yang hadir pada pembukaan "Pesta Kesenian Rakyat Mataraman" di alun-alun Kabupaten Pacitan, Sabtu dan Minggu, (8-9 September 2012).
Promosi itu tak berlebihan, karena Pacitan memang dianugerahi alam yang indah untuk menjadi destinasi wisata. Potensi tempat piknik di daerah ini sudah cukup dikenal masyarakat Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, bahkan hingga mancanegara. Dari tahun ke tahun jumlahnya wisatawan manca negara (wisman) terus bertambah. Namun Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Pacitan dan stakeholder dituntut agar terus meningkatkan promosi.
Ada tiga tempat wisata pantai yang menjadi unggulan, untuk dikunjungi wisatawan, yakni Pantai Teleng Ria, Pantai Srau, dan Pantai Klayar. Kemudian terdapat empat tempat wisata goa, yang juga menarik dikunjungi yakni Goa Gong, Goa Tabuhan, Goa Luweng Jaran, dan Goa Luweng Ombo. Pacitan juga punya tempat wisata minat khusus yakni Pemandian Air Panas, Monumen Jendral Sudirman, dan peninggalan sejarah.
"Pemkab Pacitan terus berusaha memberikan perhatian terhadap potensi pariwisata agar di masa mendatang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, serta menjadi sektor unggulan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tentu saja dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat kita harapkan. Kami juga telah bekerja sama dengan swasta dalam pengelolaan tempat-tempat wisata ini," ujar Bupati Pacitan Drs Indartato MM.
Tak kalah menariknya, potensi wisata budaya juga layak dikunjungi. Pacitan, Bumi Kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki event tahunan yang menarik, yakni upacara ceprotan bersih desa di Desa Sekar, Kecamatan Donorojo. Tradisi adat di desa itu secara turun temurun dilaksanakan pada bulan Longkang, hari Jumat dan Senin untuk mengenang Dewi Sekartaji.
Setidaknya ada lima wisata budaya yang dapat dinikmati wisatawan yakni Wayang Beber, Tari Eklek, Jaranan Plok, Kethek Ogleng, Tari Lekoh, dan Tari Rung Sarung.
Penyelenggaraan Pesta Kesenian Rakyat Mataraman yang sudah dilaksanakan tiga kali, dan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementeriaan Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, Ukus Kuswara telah menjadi stimulan bagi para pelaku seni tradisional di daerah ini, agar terus mengembangkan diri, dan meningkatkan kualitas.
"Event ini telah mendorong para pelaku seni tradisional untuk terus eksis, dan juga mampu menampilkan karya-karya terbaik, sehingga masyarakat penonton mendapat suguhan berkualitas. Salah satu tugas kita adalah meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah meningkatkan kualitas seni tradisional," kata Ukus Kuswara.
Para penari seni perwakilan 10 kabupaten pada pembukaan, cukup menghibur masyarakat, walaupun kualitas tarian tradisional yang mereka tampilnya belum optimal.
Direktur Promosi Dalam Negeri Kementeriaan Pariwisata Dalam Negeri, M Farid menambahkan, Pesta Kesenian Rakyat Mataraman 2012, menjadi momentum yang baik bagi daerah, dalam rangka mengembangkan potensi dan kualitas kesenian di wilayahnya. Tentu, dengan segala kekurangannya masih perlu perbaikan dan promosi secara bersama-sama agar kegiatan yang menelan dana lebih kurang Rp 700 juta ini memberi manfaat lebih banyak bagi pelaku seni.
"Evaluasi kami, penyelenggaraan Pesta Kesenian Rakyat Mataraman ini mendorong tumbuhnya sanggar-sanggar seni. Kami berharap tahun depan, event ini masih dilaksanakan di sini. Dana penyelenggaraan dari Kementeriaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kami siap mengalokasikan dana untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan," kata Bupati Indartato.
Selama dua malam, ribuan masyarakat Pacitan mendapat sungguhan aktraksi seni yang menghibur. Pada Sabtu (8/9), penampilan grup Band Ibu Kota, D'Masive mengguncang muda-mudi. Sedangkan pada Minggu (9/9) malam, pagelaran wayang kulit yang menampilkan dalang Suryanto Gondo Carito dari Sragen dan pesta kembang api juga mampu menghubur masyarakat.
Pembukaan Pesta Kesenian Rakyat Mataraman diawali dengan penyerahan piagam rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) oleh Direktur MURI, Sri Widiati kepada Bupati Pacitan Indartato atas keberhasilkan pembuatan Replika Buah Pace dari kain batik. Replika buah pace dikerjakan oleh 19 orang selama lima hari. Ukuran panjang 16,8 meter, lebar 9,5 meter dan tinggi 9 meter. (Yon Parjiyono)
|
|