Rabu, 19 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Ekonomi 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
KEBIJAKAN ENERGI
Aksi Timbun Barang Makin Menjadi
NILAI TUKAR
Rupiah Masih Cenderung Terus Melemah
AUDIT BPK
Kemenhut Peroleh Predikat Opini WTP
PROSPEK USAHA
Perikanan Budi Daya
Tidak Berisiko Tinggi
INDUSTRI UNGGULAN
Masyarakat Harus Kembangkan Produk Kerajinan
TENAGA KERJA
Menakertrans: Hapus Pekerja Anak
PENGHARGAAN FAO
Momentum Tingkatkan Tanggulangi Kemiskinan
BEBAN INFLASI
Pemerintah Tak Mampu Turunkan Harga
Edukasi Pertamina
OP Elpiji Pulihkan Harga Jual
Sejahtera Bersama Koperasi
ENERGI TERBARUKAN
Kemenkop Kembangkan PLTMH
PERSIAPAN MUDIK
Kemenhub Terus Perketat Pengawasan
arsip  
PENGELOLAAN JAMINAN SOSIAL
Dana Investasi Jamsostek
Tumbuh 15 Persen
AKSI KORPORASI
CSR, Jadi Perhatian Emiten
arsip  
 
 
LINGKUNGAN HIDUP
Kerusakan Hutan dalam Kondisi Parah


Rabu, 19 September 2012
JAKARTA (Suara Karya): Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan menginginkan kawasan hutan yang rusak di Indonesia bisa segera dipulihkan. Namun, di sisi lain, kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan harus bisa lebih ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan meminimalisasi konflik penguasaan lahan.

"Kerusakan hutan kita sudah sangat memprihatinkan. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi dan harus dihentikan. Namun, diperlukan komitmen bersama untuk mengembalikan hutan yang sudah rusak. Ini harus segera diwujudkan," kata Menhut usai melantik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Sarjana Kehutanan (Persaki) di Jakarta, Selasa (18/9).

Untuk itu, Menhut mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait berkomitmen untuk mengembalikan kondisi hutan yang rusak menjadi kawasan hijau kembali. Meski demikian, upaya menghijaukan lahan telantar atau lahan kosong, termasuk kawasan hutan, juga harus melibatkan dan memberdayakan masyarakat sekitar.

Dalam hal ini, lanjutnya, harus berdampak positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan membangun kembali hutan serta memberikan nilai positif untuk masyarakat, maka tidak akan muncul konflik akibat perebutan lahan.

"Saya prihatin melihat masih adanya konflik penguasaan lahan yang terjadi di seitar kawasan hutan. Karena itu, kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan perlu ditingkatkan," tutur Zulkifli.

Untuk itu, dalam beberapa tahun terakhir Kemenhut menghentikan sementara izin pemanfaatan hutan alam dan lahan gambut untuk kepentingan usaha/bisnis. Dalam hal ini, Kemenhut fokus pada peningkatan kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon di kawasan hutan.

"Kami juga mengurangi izin pemanfaatan hutan bagi pengusaha besar dah lebih memprioritaskan usaha untuk rakyat," ujarnya menambahkan.

Selain itu, Kemenhut juga melakukan penegakan hukum, penerapan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK), pengembangan jasa lingkungan berupa wisata alam, penangkaran flora dan fauna, konservasi keanekaragaman sumber daya alam, serta upaya pencegahan kebakaran hutan. Terkait masalah kebakaran ini, justru banyak disebabkan ulah segelintir orang.

"Misalnya membuang puntung rokok sembarangan pada saat musim kemarau seperti saat ini. Banyak kasus kebakaran lahan yang disebabkan sikap orang-orang yang tidak berganggungjawab. Mereka dengan sengaja membuang puntung rokok di sekitar kawasan lahan yang kering dan mudah terbakar, akibatnya menjadi terbakar," kata Zulkifli.

Pemeliharaan hutan yang tepat dan berkelanjutan, lanjut Menhut, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di sekitar kawasan hutan. Namun, upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kementerian Kehutanan. Keterlibatan dan peran aktif pihak-pihak terkait lainnya juga menentukan tingkat keberhasilan.

"Permasalahan kehutanan sangat kompleks dan ini tidak mungkin kami lakukan sediri. Peran serta masyarakat dibutuhkan," ucapnya. (Joko Sriyono)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i