HASIL KONKLAF Kardinal Argentina Terpilih Jadi Paus
Jumat, 15 Maret 2013
VATIKAN (Suara Karya): Kardinal Argentina Jorge Mario Bergoglio (76), terpilih sebagai Paus baru menggantikan Benediktus XVI, Rabu malam (13/4) atau Kamis (14/3) dini hari WIB.
Ia merupakan Paus berdarah Amerika Latin pertama dan non-Eropa dalam 1.000 tahun terakhir, yang memimpin Gereja Katolik Roma dengan nama Paus Fransiskus I.
Terpilihnya Bergoglio sebagai Paus ke-266 merupakan keputusan konklaf setelah melalui empat kali pemungutan suara sejak Selasa (12/3). Keputusan itu ditandai dengan mengepulnya asap putih dari cerobong asap Kapel Sistina tempat konklaf berlangsung.
Dunia pun menyambut terpilihnya Paus baru. Selain Presiden AS Barack Obama yang telah menyampaikan salam hangat dan harapannya, pemimpin dunia lain juga menyampaikan pesan terhadap Paus Fransiskus I.
"Ini hari penting bagi 1,2 miliar umat Katolik di dunia setelah yang mulia Paus Fransiskus I ditunjuk menjadi Paus ke-266 di Roma," kata Perdana Menteri Inggris David Cameron.
Sementara itu, Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menyampaikan harapannya untuk bisa bekerja sama dengan Paus Francis I untuk mendorong perdamaian di dunia.
"Saya menyampaikan selamat kepada Paus yang baru. Saya berharap bisa melanjutkan kerja sama antara PBB dengan Tahta Suci di bawah kepemimpinan bijaksana Bapa Suci Paus Francis," kata Ban Ki-moon.
Sejumlah pemimpin agama juga mempunyai harapan yang sama terhadap Paus Fransiskus I.
"Saya berharap bisa segera bertemu dengan Paus Fransiskus untuk bekerja sama meneruskan apa yang telah diwariskan oleh pendahulu kita secara konsisten," kata pemimpin Gereja Anglikan Dunia, Uskup Agung Canterbury Justin Welby.
Sementara pemimpin Gereja Orthodoks Rusia, Dmitry Sizonenko mengharapkan hubungan Vatikan dengan mereka akan bisa berjalan lebih baik dari sebelumnya.
Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, menyatakan kebahagiaannya dalam sepucuk surat yang ditujukannya kepada Paus pertama dari benua Amerika itu. "Izinkan saya memberikan selamat, atas pemilihan bersejarah Anda sebagai Paus," kata peraih Nobel Perdamaian itu dalam suratnya yang ditulis dari kota pengasingannya Dharamsala, India.
Sekitar satu jam setelah asap putih mengepul, Paus Francis menyapa kerumunan massa yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus di tengah hujan dan udara dingin. Kepada umatnya, ia menyampaikan permohonan doa untuk dirinya sendiri, dan untuk pendahulunya, Paus Benediktus XVI.
Bergoglio merupakan favorit kedua dalam konklaf 2005 yang akhirnya memilih Paus Benediktus XVI. Uskup Agung, yang hidup dengan satu paru-paru sejak 50 tahun lalu ini, menghabiskan hampir seluruh karier kegerejaannya di Argentina. Ia terpilih pada pemungutan suara kelima, dalam salah satu konklaf tercepat dalam beberapa tahun terakhir.
Paus Benediktus XVI terpilih pada pemungutan suara ke-4 pada konklaf tahun 2005, sementara Paus Yohanes Paulus II terpilih pada pemungutan suara ke-8 pada tahun 1978 untuk menjadi Paus non-Italia pertama dalam 455 tahun.
Paus Fransiskus lahir dengan nama Jorge Mario Borgoglio pada 17 Desember 1936. Sebelumnya, dia adalah Uskup Agung Buenos Aires, Argentina, untuk periode 1998-2012. Dia mengundurkan diri dari jabatan tersebut karena pertimbangan usia. Paus Fransiskus dipromosikan menjadi kardinal pada 2001.
Bergoglio adalah anak pertama dari lima bersaudara. Dia adalah pemegang gelar master di bidang kimia dari Universitas Buenos Aires. Alih-alih meneruskan keahliannya itu, Bergoglio memilih bergabung ke seminari di Villa Devoto dan masuk ke Serikat Jesus pada 1958.
Memegang gelar di bidang filsafat dari Colegio Maximo San Jose di San Miguel, Bergoglio sempat mengajar studi literatur dan psikologi di Colegio de la Inaculata di Santa Fe, Buenos Aires. Sesudah itu, dia belajar filsafat dan teologi di Faculty of San Miguel, seminari di San Miguel. Dia kemudian mengajar di seminari ini sampai mendapat gelar profesor. Pelayanan gereja Bergoglio dimulai pada 1973.
Pada 1980, dia menjadi Rektor Seminari San Miguel hingga 1986. Gelar doktoralnya diraih di Jerman.
Saat menjadi kardinal, Bergoglio dikenal sebagai sosok yang rendah hati, konservatif, dan memiliki komitmen kuat terhadap keadilan sosial. (AP/BBC/Ant/Adi)
|
|