PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  Arsip Berita   
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi

 
 
Sabtu, 4 September 2010
Sepekan Jelang Lebaran
Oleh Isbedy Stiawan ZS
IJAH yakin kalau Mas Parman akan pulang sepekan menjelang lebaran, seperti dia tulis dalam suratnya dua pekan lalu. Dia makin optimis tatkala suaminya menelepon lima hari lalu. Setengah berlari Ijah menuju rumah tetangganya yang memiliki pesawat telepon, karena lakinya menelepon ke pesawat itu.


...selengkapnya
Sabtu, 21 Agustus 2010
Teh Buatan Siti
Oleh Faradina Izdhihary
Pardjo mendengus kesal melihat tekonya masih penuh. Matanya memerah menahan amarah dan tangis. Tak ada satu pun anak-anak dan para jamaah masjid itu yang menyentuh teh manis buatan istrinya. "Allah tidak adil. Allah hanya menyediakan surga bagi orang-orang kaya," gerutunya sambil mengambil kembali tekonya. Dengan wajah muram ia bergegas pulang ke rumah.


...selengkapnya
Sabtu, 14 Agustus 2010
Sahur Hari Pertama
Oleh Sutan Iwan Soekri Munaf
Membangunkan Dulah?
Rifai tampak enggan. Pasalnya, membangunkan adiknya ini seperti mengangkat batu besar yang jatuh ke dalam sumur. Alang kepalang susahnya. Tidur Dulah mirip orang mati. Jika pun terbangunkan, dia duduk sejenak di tepi ranjang dengan mata tetap tertutup, namun beberapa saat saja, sudah terlentang, melanjutkan tidurnya. "Waktu tinggal setengah jam lagi, Nak," ujar Emak dengan tatapan mata tajam ke arah Rifai.<
...selengkapnya
Sabtu, 7 Agustus 2010
Sesungguhnya Saya Sedang Kasmaran
Oleh Benny Arnas
Beruntunglah orang-orang yang akan menikah bakda lebaran! Mungkin lebih tepatnya kukatakan, beruntunglah orang-orang yang akan menikah bakda Ramadhan! Mereka akan menikah setelah melalui satu bulan penuh cabaran. Menahan hawa nafsu. Mereka harus belajar tak makan-minum seharian. Memaknai bahwa rumahtangga sejatinya bangunan kerontang. Ia bukanlah supermarket yang bernama kebahagiaan. Ia adalah gudang makanan yang kosong dari persediaan.
...selengkapnya
Sabtu, 31 Juli 2010
Kacamata Hitam Iyam
Oleh Ida Ahdiah
Sejak sebulan lalu, tiap pagi, menjelang berangkat kerja, Iyam punya upacara rutin, memakai kacamata hitam di depan cermin di dinding ruang tamu, rumah petaknya. Sebelum dipakai, kacamata itu ia lap dengan tisu yang lebih dulu dicelup ke air. Setelah lapannya merata di lensa, ia keringkan dengan tisu kering. Baru kemudian ia kenakan kacamata bergagang tebal dan lebar dengan lensa sebesar piring kecil yang biasa digunakan untuk tatakan gelas kopi suaminya, Warno, itu. Lensa itu menelan wajahnya yang tirus kecil. Menyembunyikan hidungnya yang mungil.
...selengkapnya
Sabtu, 24 Juli 2010
Ketika Aku Menjadi Orang Papua
Oleh Gerson Poyk
Kapal putih itu membawa seratus tahanan politik menyusuri sungai menuju hulu yang jauhnya 60 km dari muara. Karena sungai dalam dan arusnya lemah maka pelayaran tidak memakan waktu lama. Di antara seratus tapol itu, aku yang paling nekat. Melompat dari kapal di malam buta, menyelam beberapa lama dan selama menyelam terasa ada tembakan bertubi-tubi. Untung tak ada peluru mengenai tubuhku. Ketika muncul di permukaan, dalam keadaan menghirup udara, mataku memandang kapal yang yang menembak tadi sudah cukup jauh.
...selengkapnya
Sabtu, 17 Juli 2010
Sang Pahlawan
Oleh Djunaedi Tjunti Agus
Telah lebih satu bulan Indonesia menyandang gelar juara Piala Dunia 2038, belum ada tanda-tanda puja dan puji terhadap tim nasional bakal surut. Kancang Piliang, salah seorang pemain depan, menjadi bintang utama. Setiap tim nasional diarak di berbagai kota, dia paling banyak mendapat perhatian. Padahal empat tahun lalu, ketika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, Kancang paling dibenci karena akibat gol bunuh dirinya, Indonesia terlempar di perempat final, dikalahkan wakil Afrika, Kamerun.
...selengkapnya
Sabtu, 3 Juli 2010
Bibir Biru
Oleh Naning Pranoto
Kulihat ratusan ribu bibir biru di layar kaca saat gelar konser World Cup 2010 Opening Ceremony di Orlando Stadium di Soweto Johannesburg Afsel 11 Juni lalu. Bibir-bibir biru itu mengingatkanku pada gadis bernama Robben. Aku memanggilnya: Bi-Bi. Nama lengkapnya, Robben Rolihlahla Mvezo Umtata. "Namamu panjang sekali. Sulit kuingat!" komentarku spontan, ketika Bi-Bi, bola matanya yang hitam berkilau membelalak. "Padahal, itu nama bertuah." "Oya? Coba jelaskan," pintaku serius. Aku ingin mengenalnya lebih jauh.
...selengkapnya
Sabtu, 26 Juni 2010
Rahasia Emak
Oleh Noor Amanah
Jangan pernah mengutuki kenyataan, betapun perihnya. Jika ada yang tanya siapa bapakmu, bilang saja ia sudah mati sebelum kamu lahir. Jangan ditambah-tambahi pesanku itu, jangan juga dikurangi. Ingat itu ya? Demikian pesan yang disampaikan Emak beberapa tahun silam. Aku ingat betul pesan itu. Emak mengucapkan kalimatitu dengan nada bergetar. Getar yang tak pernah saya mengerti bahwa itu getar kemarahan seorang ibu, kemarahan yang bercampur kesedihan. Makanya saya tak berani bertanya lebih jauh lagi.
...selengkapnya
Sabtu, 19 Juni 2010
Tetes Air di Kamar Jenazah Pak De
Oleh Sunaryono Basuki Ks
Kami hanya berdua, maksudku tentu bertiga, dengan Pak De Juri yang terbujur di ruang sebelah dengan tetes kran bocor yang terus juga menetes setetes-setetes, sementara aku tak mampu menutup telingaku yang bagaikan dibor tetes itu. Ingatan buruk terbawa terus sampai tua, padahal peristiwa itu terjadi lima puluh dua tahun lalu ketika aku masih duduk di bangku SMP dan harus menemani Mas Darmo menunggu jenazah Pak De yang baru saja meninggal karena kecelakaan, di ruang jenazah RSU Kota Malang.
...selengkapnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 
 

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i