PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  Arsip Berita   
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi

 
 
Sabtu, 27 Nopember 2010
B a u
Oleh Weni Suryandari
Sejak matahari terbit, lelaki legam itu kerap membungkukkan badan. Tangannya memegang sekop dan sapu lidi. Ia menguras tempat sampah. Kotak tembok permanen, dibangun dari batu bata dan semen. Selembar seng tebal di atasnya digunakan sebagai penutup, agar bau tak menyebar. Tampak seng itu separuh kusam oleh karat. Alasnya seakan menyatu dengan tanah. Lalu, bau bangkai itu dari mana?


...selengkapnya
Sabtu, 20 Nopember 2010
Calon Istri
Oleh Hendry Ch Bangun
"Apa kabar calon istrimu?" "Belum ada kabar" "Lho, maksudnya bagaimana?"
"Ya belum ada calon istri"
"Bukannya bulan lalu kamu bilang sedang menjalin hubungan?"

"Waktu itu sempat bersemangat. Seperti aku bilang, kami sempat ketemu. Ngobrol. Jalan satu-dua kali. Tapi kempis sendiri begitu aku mulai membayangkan akan beristri lagi?"
"Hmm, perempuannya tidak sesuai bayangan?"
"Nggak sih, akunya yang belum terpanggil."
"Masih ingat Yani ya?"
"Ingat kamu juga kayaknya. Aku sendiri tidak tahu menyimpulkan mengapa bisa begitu. Susah deh"


...selengkapnya
Sabtu, 13 Nopember 2010
Setelah Shalat Ied
Oleh Sunaryono Basuki Ks
Mas Eko Endarmoko sudah menyiapkan berbagai piranti untuk menyambut Lebaran. Kue kering beberapa kotak, sirup Marjan beberapa botol, dan juga kurma walaupun selama Ramadhan banyak orang sudah makan kurma tetapi tamu-tamunya nanti ada juga yang bukan muslim dan tidak makan kurma. Selain itu, dia sudah menyiapkan dua ekor ayam kampung yang akan disembelih sehari sebelum lebaran, dan istrinya akan memasak lontong dan akan mempersilahkan tamu-tamunya menikmati lontong dengan lauk opor ayam. Andaikata dia punya banyak uang, dia ingin menyembelih kambing dan mengantar gulai kambing serta sate kepada para tetangga.
...selengkapnya
Sabtu, 6 Nopember 2010
Berangkat ke Masa Lalu
Oleh Lidia Mayangsari
Kamu mau kemana? Pergi ke masa kecil. Mau ikut? Aku akan mengantarkan lukisan untuk teman. Lalu berangkat. Nenek yang cantik itu ikut bangun. Tapi tidak pergi ke mana-mana. Ia hanya melirik, memperhatikan lukisanku sebentar. Berangkat, berjalan-jalan ke masa lalu. Sebenarnya waktu itu aku sudah besar. Umurku sembilan jalan sepuluh. Hampir naik kelas empat. Nina tujuh tahun. Rambutnya bagus. Pipinya bulat. Badannya empuk dan wangi. Ia pendiam.
...selengkapnya
Sabtu, 30 Oktober 2010
Lelaki yang Terperangkap
dalam Prangko
Oleh Bamby Cahyadi
Dengan perasaan yang tidak karu-karuan dan sangat hati-hati sambil duduk bersila di lantai, Balwadi menjepit sebuah prangko yang ditemukannya dalam kotak surat milik almarhum kakeknya. Menggunakan pincet yang terbuat dari logam tahan karat, ia menilik-nilik prangko dalam jepitan itu. Sungguh menyesal, karena ia tidak membekali dirinya dengan sebuah kaca pembesar. Matanya menyipit menatap lekat prangko itu. Tentu matanya masihlah sangat awas, ia masih muda.
...selengkapnya
Sabtu, 23 Oktober 2010
Timor Lorosae dan
Cinta Platonikku
Oleh Fanny J.Poyk
Pesawat Boeing 737 yang membawaku dari Bandara Soekarno-Hatta mendarat perlahan di Bandara El Tari Kupang, NTT. Dua petugas dari Dinas Kementrian Pendidikan Nasional provinsi NTT menyambutku. Mereka sudah mengenalku karena kami beberapa kali bertemu di Jakarta. Seperti layaknya pejabat baru turun ke daerah, mereka mengangkat koperku dan membawanya ke mobil. Mereka memang demikian, di tiap daerah yang kudatangi sama saja, penyambutan dan kata-kata mereka seperti sudah diplot,
...selengkapnya
Sabtu, 16 Oktober 2010
Bekas Pengarang
Oleh Kurniawan Junaedhie
Hamid Hamaluddin, biasa dipanggil HH, meradang, ketika tahu naskahnya dikembalikan redaksi suratkabar. Kalau sekadar cinta ditolak, mah, biasa. Tapi soal ini? Lihat saja. Mukanya merah padam. Giginya gemeletuk. Darahnya mendidih. Terdengar suaranya menggeram-geram seperti singa yang mencabik-cabik mangsanya. Naskah yang dikembalikan redaksi itu disobek-sobeknya, lalu dicampakkan ke lantai dan diinjak-injak. Itulah kenanganku terhadap HH berbelas tahun lalu.
...selengkapnya
Sabtu, 9 Oktober 2010
Aku Akan Pulang
Oleh Nurdiyana Munir
Langit masih berwarna jingga ketika aku duduk di sebuah bangku taman. Beragam pepohonan yang ada malah menimbulkan suara berisik ketika ditiup angin senja. Berisik, bukan saja karena ramainya suara gesekan daun yang diterpa angin, tetapi juga deru kendaraan bermotor yang lalu lang memasuki pintu taman. Hm, ya, ada juga suara cekikikan dan celotehan anak-anak muda yang bergerombol berebutan tempat duduk yang masih kosong. Kusibakkan anak rambut yang terjuntai diwajahku.
...selengkapnya
Sabtu, 2 Oktober 2010
Dendang Itu
Oleh: Ratna Indraswari Ibrahim
Sami, mendendangkan lagu ini, "Putri, ini Ayah. Ayah, ini Putrimu." Lantas kudengar suara Sami tertawa bersama putriku, diakhir setiap dendang itu. Aku selalu ingin keluar dari tubuhku, kalau kudengar dendang itu. Tapi, aku tidak bisa melakukan apapun, tentu saja. Seperti aku tidak bisa mengatakan pada Sami (suamiku) siapa ayah, dari putriku? Aku mengakhiri cinta remajaku, bersama Edo 14 tahun yang lampau. Ketika, kami menamatkan SMA.
...selengkapnya
Sabtu, 25 September 2010
Di Ambang Jendela
Oleh Ulfatin Ch.
Setiap pagi, lelaki itu selalu muncul diambang jendela. Matanya yang bulat dan tajam dibalik kaca mata hitam berputar ke sana kemari bagai lampu mercusuar mengintai setiap kapal melintas pelabuhan. Semua yang ada di depannya seperti tak terlewatkan dari tatapannya. Tidak juga dengan diriku. Ketika kubuka pintu di pagi hari dan memulai tanganku memainkan sapu lidi membersihkan halaman rumah, aku selalu melihat lelaki itu juga sudah diambang jendela menatapku bagai serigala menatap musang.
...selengkapnya
3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 
 

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i