| | | Sabtu, 18 Mei 2013 | FIGUR Ilham Habibie Mimpi "Terbangkan" N-250 |
Memasuki usia 50 tahun, tak membuat putra sulung BJ Habibie ini berhenti mengabdikan diri dan berkarya bagi negara. "Mungkin 50 persen waktu saya gunakan untuk berorganisasi. Saya hanya ingin ikut berkontribusi untuk memajukan bangsa ini," ujar Dr Ing Ilham Akbar Habibie.
| | ...selengkapnya |
| | Sabtu, 18 Mei 2013 | FIGUR Tekad Ilham Habibie Membenahi Bangsa |
Sang ahli waris. Mungkin itu sebutan yang tepat untuk menggambarkan sosok Ilham Akbar Habibie. Tidak hanya mewarisi nama besar ayahandanya, namun sikap negarawan yang dimiliki sang ayah, Bacharuddin Jusuf Habibie, juga menurun pada diri Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) ini.
| | ...selengkapnya |
| | Sabtu, 11 Mei 2013 | FIGUR Obsesi Tri Rismaharini Menutup Dolly |
Hidup sehat menjadi konsep Tri Rismaharini dalam menjalankan amanah sebagai Wali Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.
Hidup sehat tidak hanya dipraktikkan untuk kehidupan pribadi Tri Rismaharini dan keluarganya. Tetapi, juga diterapkan kepada warga Kota Surabaya. Apalagi sebelum menjadi wali kota, Tri Rismaharini menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkot Surabaya.
| | ...selengkapnya |
| | Sabtu, 11 Mei 2013 | FIGUR Tri Rismaharini Bersahaja namun Tegas |
Menjabat wali kota tidak lantas mengubah Tri Rismaharini menjadi angkuh. Sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Kota Surabaya, ia tetap saja tampil dengan segenap kesahajaannya.
Saat berada di rumah, istri Djoko Saptoadji ini masih menjalankan peran sebagai istri dan ibu bagi dua anaknya: Fuad Nenardi dan Tantri Gunarmi. Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini tetap berusaha mengurus keluarganya.
| | ...selengkapnya |
| | Sabtu, 4 Mei 2013 | FIGUR Muhammad Integritas sebagai Harga Mati |
Integritas dengan memegang teguh komitmen maupun tekad dan keyakinan dalam menjalankan tugas merupakan "harga mati" yang harus dimiliki setiap pengawas pemilu, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Prinsip ini pula yang diakui Muhammad menjadi komitmen dirinya selama menjabat sebagai pimpinan Bawaslu.
| | ...selengkapnya |
| | Sabtu, 4 Mei 2013 | FIGUR Beban Muhammad Awasi Pesta Demokrasi |
Bagi Muhammad, waktu untuk istirahat dan mencari masa senggang untuk keluarga, kini menjadi "barang mahal". Betapa tidak, setahun menjelang hari H pemungutan suara, tahapan penyelenggaraan pemilu sudah dimulai. Kesibukan yang tak bisa diajak kompromi pun, harus dihadapinya.
| | ...selengkapnya |
| | Sabtu, 27 April 2013 | FIGUR Akil Mochtar Perjuangan Sang Loper Koran.... |
Dari penyemir sepatu menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), lembaga tinggi negara pengawal konstitusi. Begitulah lompatan jauh dan tinggi sekali dilakukan Akil Mochtar.
Sebelum berkiprah di MK, doktor hukum Universitas Padjadjaran ini telah melalui liku-liku hidup yang panjang.
| | ...selengkapnya |
| | Sabtu, 27 April 2013 | FIGUR Komitmen Akil Mochtar Menjaga Independensi MK |
Sewaktu menjabat Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK), hakim konstitusi Dr HM Akil Mochtar, SH, MH, dikenal "doyan" bicara kepada awak media massa. Ada kesan kuat di kalangan wartawan, Akil Mochtar seakan telah menyediakan jawaban terhadap persoalan yang ditanyakan.
Tapi, sejak terpilih sebagai Ketua MK menggantikan Prof Dr Mahfud MD, pria yang lahir di Putussibau, Kalimantan Barat (Kalbar), pada 18 Oktober 1960 ini seolah-olah mengerem kebiasaannya untuk berbicara terbuka kepada jurnalis.
| | ...selengkapnya |
| | Sabtu, 20 April 2013 | FIGUR Agung Laksono Matangkan Diri lewat Organisasi |
Nama HR Agung Laksono tak asing lagi dalam percaturan kehidupan politik nasional. Pria yang akrab dipanggil Agung ini sepanjang hidupnya seperti memang untuk berpolitik.
Perjalanan politik Agung Laksono tidak lahir dari ruang hampa atau muncul secara tiba-tiba. Sama seperti perjalanan hidupnya, Agung meniti langkah demi langkah dari bawah dengan sabar dan tangguh, tak kenal lelah.
| | ...selengkapnya |
| | Sabtu, 20 April 2013 | FIGUR Agung Laksono Kuncinya Berkomunikasi |
HR Agung Laksono membeberkan kiat-kiat menjaga keutuhan keluarga. Sesibuk apa pun, ia menyempatkan berkomunikasi dengan keluarga.
"Keutuhan keluarga itu kuncinya terletak pada komunikasi," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.
Sempatkanlah berkumpul dengan keluarga, sesekali diisi dengan kegiatan menonton bersama atau makan bersama atau rekreasi bersama.
| | ...selengkapnya |
|
|