| Rabu, 29 Agustus 2012 | | Konstatasi Denny |
Pernyataan Wamenkumham Denny Indrayana dalam bentuk "kicauan" di jejaring sosial Twitter mengundang heboh. Terutama kalangan pengacara, mereka menjadi gerah dan bahkan marah oleh kicauan itu.
Mereka tak bisa terima kicauan Denny bahwa advokat koruptor adalah koruptor.
| | ...selengkapnya |
|
| Selasa, 28 Agustus 2012 | Tragedi Sampang Butuh Ketegasan |
KERUSUHAN di Sampang, Madura, penyerangan dan pembakaran rumah hingga menimbulkan korban tewas yang dialami warga Syiah, sungguh memprihatinkan. Tragedi di wilayah Jawa Timur itu pantas membuat siapa pun bertanya, ke mana saja aparat keamanan? Tidak berlebihan pula jika penyerangan yang dilakukan sesama warga namun berlainan kelompok itu dinilai sebagai kegagalan pemerintah melindungi rakyat.
| | ...selengkapnya |
|
| Senin, 27 Agustus 2012 | Studi Banding dan Wajah DPR |
MENGAPA setiap anggota DPR-RI melakukan studi banding ke luar negeri selalu saja mendapat kritikan dari berbagai kalangan. Bahkan tak jarang para wakil rakyat tersebut menjadi bulan-bulanan, mendapat cap yang buruk mulai dari tudingan hanya peduli terhadap diri sendiri sampai pada dianggap tidak memiliki sense of crisis?
| | ...selengkapnya |
|
| Sabtu, 25 Agustus 2012 | Antara Janji dan Kebijakan |
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pada era kepemimpinannya populer. Seluruh kebijakan yang ada, dikatakan SBY, selalu memikirkan kepentingan rakyat berpenghasilan rendah. Benarkah pengakuan itu sesuai kenyataan? Tentunya rakyat, bangsa Indonesia, bisa menjawabnya dengan pasti.
| | ...selengkapnya |
|
| Jumat, 24 Agustus 2012 | KPK Buktikan Korupsi Parah |
DUA hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kartini J Marpaung dan Heru Kusbandono, yang tertangkap tangan menerima suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pekan lalu, di Semarang, diputuskan diberhentikan sementara dari jabatannya oleh Mahkamah Agung (MA). Kartini adalah hakim yang bertugas di Pengadilan Tipikor Semarang (Jateng) dan Heru Kusbandono di Pontianak (Kalbar).
| | ...selengkapnya |
|
| Kamis, 23 Agustus 2012 | Pemerintah Abaikan Keselamatan Pemudik |
MUDIK atau pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri tidak selalu berakhir bahagia bagi sebagian orang. Tak jarang kegiatan mudik menimbulkan duka bagi sebagian masyarakat. Setiap "musim" mudik selalu saja ada kecelakaan, bahkan sampai merenggut nyawa. Tahun ini saja, sejak H-8 (delapan hari sebelum Lebaran) hingga H+1 (sehari setelah Lebaran) Selasa (21/8) lalu,
| | ...selengkapnya |
|
| Sabtu, 18 Agustus 2012 | | Idul Fitri dan Perubahan |
IDUL Fitri secara harfiah adalah berbuka atau berhenti puasa. Tetapi hari bersejarah setiap tanggal 1 Syawal termasuk tahun 1433 H/2012 tahun ini tentunya maksudnya lebih dalam. Bukan hanya merayakanya dengan makan-minum bersama sanak keluarga baik di kampung maupun di perantauan, melainkan etiap umat Islam jelas juga akan berhitung apa yang telah dilakukan selama ini sudah baik atau justru sebaliknya,
| | ...selengkapnya |
|
| Kamis, 16 Agustus 2012 | | Selamatan Para Pemudik |
IDUL Fitri dan mudik bagi sebagian orang sangat erat kaitannya. Artinya, Lebaran yang merupakan hari besar umat Islam itu harus dirayakan dengan mudik alias pulang kampung. Bahkan urusan mudik saat Idul Fitri tidak dimonopoli masyarakat beragama Islam, tetapi mereka yang beragama lain pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkumpul dengan sanak keluarga di daerah asal masing-masing.
| | ...selengkapnya |
|
| Rabu, 15 Agustus 2012 | HUT RI, Wajar Apa Pemborosan |
PERAYAAN Hari Ulang Tahun Ke-67 Republik Indonesia yang akan digelar di Istana Kepresidenan akan menghabiskan anggaran negara mencapai Rp 7,8 miliar. Apakah ini wajar atau pemborosan? Jawabannya tentunya tergantung pada sudut pandang siapa. Bagi yang membenarkan, tentunya dengan enteng akan berucap; "emangnya HUT RI kelas kelurahan,
| | ...selengkapnya |
|
| Selasa, 14 Agustus 2012 | Pebelajaran dari Hartati |
MUNDUR sebagai anggota Dewan Pembina DPP Partai Demokrat dan sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), itulah keputusan Siti Hartati Murdaya. Tersangka kasus suap yang diduga melibatkan Bupati Buol, Amran Batalipu, terkait hak guna usaha salah satu perusahaannya di Buol, Sulawesi Tengah, tersebut mengambil langkah itu dengan pertimbangan agar dirinya lebih berkonsentrasi menghadapi masalah hukum yang menderanya.
| | ...selengkapnya |
|